Prinsip Pernikahan Desa Sade Yang Memilih Menikah Dengan Mereka Yang Masih Satu Suku

Wisata —Selasa, 21 Sep 2021 15:27
    Bagikan  
Prinsip Pernikahan Desa Sade Yang Memilih Menikah Dengan Mereka Yang Masih Satu Suku
Prinsip Pernikahan Desa Sade Yang Memilih Menikah Dengan Mereka Yang Masih Satu Suku - Pinterest

MANDALIKA, DEPOSTBATAM

Di postingan sebelumnya tentu kita sudah mengenal bangunan adat masyarakat di Desa Sade dong ya. Coba di-refresh kembali nih Sobat dePost Mandalika. Huhuuhu, jangan bilang sudah lupa yah. Iya lho, sudah. Misalnya nih, ada tiga jenis bangunan adat di sana yang mana dibagi berdasarkan pengelompokan atas peruntukan dan tujuan kegunaannya, seperti halnya ”bale bonter”, terus ada ”bale kodong”, dan ”bale tani”. Hmm, ihh masak baru sebentar saja lupa sih, nggak asih ah. Hehehe.


Baca juga: Cipakoceak, Jajanan Kaki Lima Cita Rasa Bintang Lima

Baca juga: 7 Olahan Nasi di Beberapa Negara

Nah tambahan sedikit nih ya Sobat, bahwasanya selain alasan kegunaan dari ketiga bangunan adat di Desa Sade ini yang berbeda terus ada lagi lho sisi lain uniknya dari bangunan ini. Apa tuh, Min? Ayo coba tebak. Apa sisi unik itu? Material pembuatan bangunannya? Doa-doa pendirian bangunannya? Atau hmm, tanah tempat lokasi dibangunnya bangunan tersebut, Min? Hmm, sudah capai nebaknya?

Salah semua ih. Jadi yang benar itu adalah, sisi unik lain dari bangunan masyarakat adat Desa Sade selain dilihat dari tujuan peruntukannya ialah terdapat juga di sisi cara perawatan bangunan! Yeayy! Walahhh Miminn.
Iya nih Sobat. Jadi uniknya di Desa Sade ini ya, bangunan yang perlu dirawat itu mesti dirawat dengan memakai kotoran kerbau. What? Are you serious, Mimin? Iyapp, Mimin serius. Jadi tuh kan ya, untuk lantai yang ada di dalam rumah adat tradisional suku Sade di desa ini tuh memang dibuat dari campuran tanah liat dan sekam padi kan ya, nah kemudian nanti untuk beebrapa minggu atau ketika biasanya ada penghelatan upacara adat setempat, mereka akan mencampur bahan lantai tadi dengan kotoran kerbau plus sedikit air untuk membersihkan lantainya.

Nah, setelah dicuci lantai pakai bahan-bahan tersebut dan kemudian kering, selanjutnya ialah masyarakat akan menggosok lantai dengan menggunakan batu atau sapu. Lucunya nih ya, meski mungkin banyak di antara kita bingung kenapa masyarakat desa ini mesti pakai kotoran kerbau (termasuk Mimin yang juga kaget), tapi ternyata nih kotoran kerbau yang dipakai di sana itu tidak bau sama sekali dong! Hal ini juga yang nantinya akan berhasil mengurangi serangga atau bahkan ya nyamuk. Huhuu, keren banget yak! Solutive ways ini mah!

Nah, sembari itu ada juga nih sisi unik lain dari masyarakat desa Sade ini. Apa tuh, Min? Iya, jadi kan untuk melanutkan perkemabngan generasi, pasti beberapa orang memiih menikah dong ya, alias melanjutkan level kehidupan ke hubungan rumah tangga.

Nah, untuk masyarakat desa ini nyatanya kalau menikah akan lebih memilih untuk berpasangan dengan mereka yang masih satu suku atau satu desa lho Sobat. Huhuu, patah hati langsung nih ya yang readers web ini laki-laki. Wakakakakk.


Nah hal ini terjadi karena mereka meyakini bahwa menikah seperti itu akan dianggap lebih mudah dan murah dibandingkan jika menikahi orang yang berada di luar kawasan Desa Sade, maka dari itu juga kita bakal atau tidak seharusnya kaget atau shocked bila menemukan warga di Desa Sade ini yang nyatanya masih memiliki hubungan kekerabatan atau kedekatan biologis satu dengan yang lainnya.
Gimana nih dong Sobat dePost Mandalika? Sudah pernah ke Desa Sade apa belum?

Kalau belum pasti untung kuadrat lah ya. Ehh nggak juga deh, pasti kurang juga alias minus karena belum bisa ngelihat sisi indahnya kehidupan masyarakat dan alam di sini. But pasti broken heart juga kalau nyatanya yang pernah datang ke sini terus tidak bisa menikahi gadis desa sini, huhuu. Yang tabah yakk...


Sumber : depostmandalika.com


Editor: Bowo
Tags :
Sasak
Sade
Lombok
    Bagikan  

Berita Terkait