Berikut Sejarah Tentang Gerabah dan Cara Pembuatannya

Pendidikan —Jumat, 22 Oct 2021 10:43
    Bagikan  
Berikut Sejarah Tentang Gerabah dan Cara Pembuatannya
Berikut Sejarah Tentang Gerabah dan Cara Pembuatannya/ foto : pinterest

BATAM, DEPOSTBATAM


Istilah gerabah sudah sangat terkenal. Namun, sebagian orang mengenalnya dari sisi yang lain. Berbagai benda yang dihasilkan oleh para pengrajin gerabah, seperti pasu, pot bunga, mangkok, cobek, gentong, kendi, dan masih banyak lainnya.

Istilah gerabah ini biasanya untuk menunjukkan bahwa barang yang terbuat dari tanah liat. Selain dengan sebutan gerabah, ada pula orang-orang menyebutnya dengan tembikar.

Gerabah dibuat dari satu atau dua jenis tanah liat yang dicampur. Warnanya tidak bening, berpori, dan bersifat menyerap air.

Campuran yang digunakan terdiri dari pasir kasar atau pasir halus, dan pembakarannya sekitar 1000-1150 derajat Celcius. Bisa juga lebih rendah dari itu.

Diduga gerabah pertama kali dikenal pada masa neolitik (diperkirakan 10.000 tahun sebelum masehi) di Eropa dan mungkin pula sekitar akhir masa paleolitik (kira-kira 25.000 tahun sebelum masehi) di daerah Timur.

Menurut para ahli kebudayaan, gerabah merupakan kebudayaan yang universal, yang artinya gerabah dapat ditemukan hampir di seluruh dunia.

Gerabah muncul pertama kali pada waktu bangsa mengalami masa mengumpulkan makanan.

Pada masa itu masyarakat hidup secara nomaden, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Dalam corak hidup seperti itu gerabah dapat digunakan secara efektif karena, gerabah merupakan benda yang ringan dan mudah dibawa kemana-mana.

Selain itu gerabah juga merupakan benda yang kuat, paling tidak lebih kuat daripada yang dibuat dari bahan lain, seperti kayu, bambu atau kulit binatang.

Pembuatan gerabah membutuhkan api sebagai faktor yang utama, meskipun panas terik dari matahari dapat juga dipakai untuk fungsi yang sama.


Proses dan Cara Pembuatan Gerabah

Bahan baku yang digunakan untuk kerajinan gerabah adalah tanah liat. Bahan pelengkapnya terdiri dari kayu bakar, semen warna, minyak tanah, pasir, simir, kiolin, dan cat.

Sedangkan peralatan yang digunakan dalam proses produksinya gerabah adalah unit pengelolaan bahan baku, alat putar, pompa air, kuas dan pisau gores, tungku pembakaran. Berikut ini DEPOSTBATAM memberitahu mengenai proses pembuatan gerabah sebagai berikut:

Baca juga: Berikut Ini Cara Mengatasi Stress Dengan Berolahraga Ringan

Baca juga: Cerita Mistis!!! Boneka Hantu Robert, Sosok Anak Kecil yang Memakai Baju Pelaut Putih

  • Persiapan Tanah Liat
    Bahan baku tanah liat biasanya di ambil dari pegunungan. Warna tanah liat merupakan salah satu dasar dalam mengklasifikasikan jenis gerabah yang dihasilkan.

           Warna dasar tanah liat akan menghasilkan warna yang berbeda pada gerabah ketika melalui tahap pembakaran

  • Proses Pembentukan Gerabah
    Sebelum melakukan proses pengadukan bahan dasar gerabah, yang terdiri dari tanah liat, pasir, dan air. Tanah liat terlebih dahulu mengalami proses perendaman selama 2 sampai 3 hari.

           Proses ini berguna untuk menyaring tanah liat dari kerikil-kerikil kecil yang menempel pada tanah liat. Sementara menunggu rendaman tanah liat selesai, pasir disaring utuk mengasilkan pasir yang benar-benar halus.

           Setelah proses perendaman selesai, kedua bahan tersebut dicampurkan hingga menghasilkan bahan dasar gerabah yang mudah di bentuk sesuai dengan desain yang diinginkan.

           Gerabah biasanya di bentuk dengan menggunakan tangan dan permukaannya dihaluskan menggunakan sepotong kayu dan sebilah sabit bekas hingga pori-pori permukaan gerabah benar-benar halus. Setelah di gosok, gerabah lalu dibiarkan kering selama 5 sampai 7 hari sampai benar-          benar kering dan siap untuk pembakaran.

  • Pembakaran Gerabah
    Proses cara pembakaran gerabah baru akan dapat dilakukan apabila gerabah dalam kondisi benar-benar kering.

          Teknik pembakaran seperti ini dapat memudahkan pengrajin adalah memudahkan dalam mengeluarkan gerabah dari tungku serta keleluasan gerabah dalam mewarnai atau menambah hiasan atau ornamen pada gerabah saat pembakaran sedang berlangsung.

          Proses pembakaran gerabah biasanya berlangsung sekitar 3 sampai 4 jam. Sambil proses permbakaran berlangsung, proses pewarnaan juga dilakukan oleh para pengrajin.

  • Finishing
    Setelah melalui proses pembakaran, gerabah pun masuk pada tahap penyelesaian atau finishing. Tahap ini merupakan tahap yang sangat penting untuk mengubah tampilan gerabah yang masih polos dan kasar menjadi gerabah yang menarik dan bernilai seni tinggi. Oleh karena itu, biasanya para pengrajin secara kreatif melakukan inovasi dalam ornamen gerabah.

itulah informasi mengenai sejarah gerabah dan cara pembuatannya (Zn)

Baca juga: Penggunaan Bahasa Indonesia Berdampak pada Efektivitas Pelaksanaan Perundang-undangan

Baca juga: Jateng Borong Penghargaan Proklim 2021 dari KLHK

Baca juga: Polda Jabar, Berhasil Bongkar Pinjol Illegal

Editor: Zaen
    Bagikan  

Berita Terkait