Kisah Telaga Bidadari, Cerita Rakyat Kalimantan

Hiburan —Rabu, 10 Nov 2021 14:19
    Bagikan  
Kisah Telaga Bidadari, Cerita Rakyat Kalimantan
Telaga Bidadari/pint

Diceritakan dahulu kala ada seorang pemuda bernama Awang Kusuma. Pemuda ini mengembara ke tengah hutan. Ia merasa kagum dengan kehidupan yang ada di hutan. Akhirnya Awang Sukma ini membangun sebuah rumah pohon untuk dirinya tinggal. Setelah lama tinggal di dalam hutan, ia diangkat menjadi penguasa daerah itu dan diberi gelar “Datu”.

Satu bulan sekali Datu Awang ini berkeliling di daerah hutan. Ia tiba disebuah danau yang indah dan jernih dengan pohon rindang disepanjang pinggiran danau itu. Ia berdiam sejenak menikmati keindahan alam tersebut.

Esok hari ia kembali berjalan menuju danau itu dengan memainkan sebuah seruling. Saat hampir sampai, ia mendengar suara ramai di danau tersebut. Disela-sela batu yang terbelah, Datu Awang mengintip ke arah danau.

Datu Awang terheran dengan pemandangan yang ia saksikan saat ini. Ada 7 orang gadis yang tengah bermain air disana. “mungkin kah mereka bidadari?” tanyanya pada diri sendiri.

Baca juga: Pamper the Eyes with the Beautiful View of Wayang Windu

Baca juga: Wisata Waduk Cacaban ini di Kelilingi Oleh Bukit Savana

Tujuh gadis cantik itu tidak menyadari bahwa mereka sedang diawasi, mereka juga mengabaikan selendang mereka yang digunakan untuk terbang itu berserakan di pinggir danau.

Salah satu selendang itu tergeletak di dekat Datu Awang. Ia tersenyum “ini kesempan untuk mengambil selendang itu”

Datu Awang berlari kecil untuk mengambil selendang itu lalu berlari setelah mendapatkan selendang. Saat berlari, ia tidak sengaja menginjak ranting kecil.

Suara itu terdengar oleh tujuh gadis yang sedang mandi. Mereka terdiam dan memandang Datu Awang kemudian berlarian mengambil selendang masing-masing.

Mereka tergesa-gesa terbang dengan selendang masing-masing. Sehingga mereka tidak meyadari bahwa ada satu gadis yang tidak menemukan selendangnya.

Baca juga: Seni dan Budaya Asal Batam

Baca juga: Kesehatan Mental Harus Benar-benar di Perhatikan, Kenali Beberapa Gangguan Mental yang Harus diketahui

Gadis itu ketakutan dan kebingungan karena ditinggal sendiri. Saat itulah Datu Awang langsung keluar berpura-pura lewat. Ia bertanya kepada gadis cantik itu apa yang terjadi. Gadis itu bercerita tentang selendangnya yang hilang. Lalu Datu Awang kemudian menawarkan diri untuk membantunya dengan syarat gadis itu membantunya.

Awalnya Gadis itu ragu, namun akhirnya ia menerima penawaran itu. Mereka mengagumi satu sama lain. Setelah beberapa lama mereka kahirnya menikah dan dikaruniai seorang anak yang diberi nama Kumalasari. Keluarga mereka pun hidup bahagia.

Suatu hari ada seekor ayam hitam yang menggali tanah kemudian ditemukan oleh sang gadis cantik. Betapa terkejutnya ia saat melihat selendangnya dibalik tanah itu. Ia menangis sambil memeluk selendangnya itu. Ia berencana akan kembali ke kahyangan. Ia kecewa terhadap suaminya. Kemudian ia menitipkan sang putri Kumalasari ke Datu Awang, agar ayahnya itu saja yang menjaganya sementara ia terbang ke kahyangan. Tempat mandi para gadis cantik itu kemudian dinamakan Telaga Bidadari./Reg.

Baca juga: Fakta Atau Mitos Segitiga Bermuda Dengan Ke Angkeranya

Baca juga: Clubhouse Sekarang Memungkinkan Tuan Rumah Merekam Percakapan Untuk Didengarkan Nanti


Editor: Regina
    Bagikan  

Berita Terkait